← DETAK DETIK · EDISI #41 ARSIP PERSPEKTIF · BATANG · WAFEL · ASIMETRI

Republik Oligarki

Rumah tangga terkaya menerima 50× lipat subsidi BBM dari yang termiskin — dari anggaran yang sama.

50 ORANG TERKAYA · SEJAK 1 JAN + Rp 13 M
PEKERJA RATA-RATA · PERIODE SAMA + Rp 2.000

⊙ celios 2026 · ± Rp 13 miliar/hari berbanding ± Rp 2.000/hari · laju rata-rata · hari ke-1

Subsidi yang naik bersama penghasilan

20% TERMISKIN
Rp 50.000
20% TERKAYA
Rp 2.500.000

Subsidi BBM per kapita per kelompok pendapatan. Rumah tangga terkaya menikmati 50× lipat dari yang termiskin — dari anggaran yang sama. Lebih dari separuh subsidi BBM mengalir ke 20% teratas.

Tanah perkebunan, seratus petak

92 dari 100 hektare lahan perkebunan dikuasai korporasi; sisanya — delapan petak — dibagi masyarakat dan petani kecil. Pada 2024, 58,7% deforestasi terjadi di dalam konsesi.

Satu musim, dua perlakuan

USAHA KECIL

Cakupan fasilitas PPh final diperketat (PP 20/2026); tidak ada keringanan biaya hidup. Mahasiswa menyebutnya “ditekan”.

SEKRUP DIKENCANGKAN ↓
TAMBANG BESAR

Kenaikan royalti minerba dan bea keluar yang dijadwalkan Juni 2026 ditunda pada Mei 2026, setelah “masukan pelaku usaha”.

SEKRUP DILONGGARKAN ↑

CATATAN: ini asimetri perlakuan, bukan kenaikan tarif pajak UMKM. Tarif PPh final 0,5% tetap; yang berubah adalah cakupan dan penegakan. Sumber royalti: PP 19/2025 dan penundaan Mei 2026.

Lima puluh orang menguasai kekayaan setara lima puluh lima juta rakyat — hampir tiga perlima darinya dari nikel, batu bara, dan sawit. (angka terverifikasi; rincian di Sumber & Metode)